Self-Talk: I Lost The Meaning

Saya tidak pernah tahu akan seperti ini jadinya. Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan merasakannya, saat-saat dimana saya tidak bisa merasakan apapun.

Saya merasa kehilangan maknanya, artinya, atau apalah itu sebutannya. Saya kehilangannya, sungguh. Saya, seseorang yang penuh dengan target hidup, senantiasa ingin melakukan beragam hal, tiba-tiba saja berhenti. Statis. Diam. Kosong. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang ingin dikerjakan, apa yang ada dalam pikiran saya. Saya tidak menginginkan apapun lagi. Semua sudah baik, saya puas. Akan tetapi, benarkah bisa begitu? Puas? Tidak menginginkan apapun? Tidak tahu.

Lalu mulailah hari-hari saya yang kosong diisi oleh kebencian. Kebencian pada orang yang menjalani hidup dengan apa adanya. Tahukah mereka? Pernahkah mereka merasakannya? Yang saya rasakan sekarang, yaitu tidak merasakan apapun setelah merasakan apapun. Atau jangan-jangan mereka setiap hari merasakannya? Tidak tahu.

Saya marah, kesal, benci, ingin menangis, ingin teriak. Tapi apa yang akhirnya saya lakukan? Tidak ada. Saya marah, ekspresi saya berubah. Saya sinis pada setiap orang. Saya melakukannya, tapi hanya membuat saya semakin tidak terkendali. Maka saya putuskan untuk berhenti, diam, menelan bulat-bulat segalanya. Saya tidak tahu apapun. Tidak peduli. Kosong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s