Keseharian Mama

Wuaah, musim liburan tiba yang artinya bakal sebulan ada dirumah !!! ~\(^o^)/~ yey yey.. (maaaf alay :p)

berhubung kalo liburan tidak ada tugas yang mengaharuskan saya menulis, maka demi melestarikan (?) kemampuan menulis agak tidak tumpul, saya membuat postingan ini. Silakan dinikmati..

Mama “Seorang wanita paling berjasa dalam hidup”

Tak pernah terbayang sebelumnya seberapa besar peluh dan tanggung jawab yang harus dirasakan oleh wanita super tangguh ini.

kelihatannya kegiatan beliau sehari-hari adalah sepele, lebih sering kita lihat tidak produktif karena tidak menghasilkan uang. Akan tetapi apa kita menyadari benar pentingnya hal-hal yang dilakukan wanita ini setiap hari??

Sedikit cerita mengenai keseharian mama saya. Subuh beliau terbangun dari tidurnya, menyiapkan berbagai makanan untuk nantinya dijajakan adik saya disekolah. Setelah adik saya berangkat sekolah, mama mulai membersihkan rumah dan mencuci peralatan memasak. Rumah sudah rapih, mama saya bergegas berjalan kaki (beliau tdk bisa mengendarai sepeda motor) untuk pergi kepasar. Tengah hari beliau istirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan rutinitasnya. Menjelang sore hari beliau meracik sayur-mayur atau menggoreng kerupuk dll sebagai persiapan awal jualan esok hari. Selepas magrib, beliau bergegas me-ngaji bersama teman-temannya. Sepulang me-ngaji sekitar habis isya, beliau melanjutkan memasak untuk jualan esok hari, mulai menanak nasi, memasak sayuran, membuat sambal, dll. Diatas pukul sepuluh malam, beliau baru bisa kembali ke pembaringan.

Rutinitas tersebut masih belum termasuk dengan pekerjaan rumah tangga lain seperti mencuci atau menggosok pakaian. Belum lagi jika ada undangan dari sekolah, undangan dari tetangga, acara me-ngaji ditempat lainnya, atau sekedar mengunjungi rumah orang tua beliau (kakek-nenek saya).

Belum lagi jika mama masih saya (anak-anaknya) repotkan dengan berbagai hal yang sebenarnya sepele dan bisa kami lakukan sendiri, hanya saja kami terlalu malas atau terlampau ‘terlihat’ sibuk, seperti hal mengambil makan, mencuci motor, beli sesuatu diwarung, dsb.

Saya yang baru beberapa hari dirumah, baru beberapa saat menyadari kesibukkan beliau. Mama adalah manusia multiguna, yang mampu menangani segala aspek kehidupan mulai dari aspek biologis, psikologis, sosial-masyarakat, dsb.

Mungkin beberapa dari orangtua lain diluar sana memiliki kesibukkan yang berlipat-lipat dari mama saya yang hanya dirumah dan jualan nasi uduk kecil-kecilan. Kesibukkan orang tua-orang tua kita tersebut seharusnya membuat kita berpikir, akankah kita masih menghiraukannya? akankah kita masih enggan untuk menjaga beliau dihari tua? akankah kita masih mengelak saat beliau meminta sedikit waktu untuk didengarkan dengan alasan sibuk?

Jawaban tersebut ada dihati teman-teman masing-masing. Saya pun merasa saya mungkin sudah menyadari makna kesibukkan orang tua saya tapi untuk bisa menjawab dengan lugas atau melakukan dengan nyata, saya masih berusaha.

Saya tidak pernah bisa membalas segala pengorbananmu. Saya tidak bisa menjamin bahwa saya akan bisa untuk tidak menyusahkanmu. Kenyataan bahwa saya selalu dan selalu menyusahkanmu, terus dan terus berhutang padamu. Saya tidak pernah dapat membayarnya. Semoga Allah swt bersedia membayarkannya kepadamu, dengan pahala yang baik, dengan rizki yang berkah, dengan kesehatan, dengan ke ridoanNya, dan dengan surgaNya untukmu kelak. Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s