Self-talk: Cinta 9 tahun

ini sudah berapa tahun ya? sembilan, sepuluh, sebelas dan akan terus bertambah.. sampai kapan kamu mau melihat dia? berdiri dibelakangnya dan menunggu jika sewaktu-sewaktu suatu hari nanti, mungkin ia akan menengok kebalakang dan melihatmu berdiri untuknya. tapi apakah itu benar akan terjadi?? sudah sembilan tahun, dia tidak juga menengok kebelakang, yang ada ia terus berjalan kedepan, meninggalkanmu.

kamu masih mau berdiri disitu?? dibelakangnya? terus mengejarnya, berdiri diatas bayangannya? benarkah? tidak ingingkah kamu berjalan berdampingan dengannya?? atau sekali-kali berjalan mendahuluinya?

aah, aku sangat ingin berjalan disampingnya, apalagi jika bisa berjalan didepannya. akan tetapi berjalan didepannya, aku sudah pernah merasakannya. rasanya menyakitkan membuatnya berjalan dibelakangku. lebih menyakitkan daripada jika aku yang berjalan di belakangnya. kalau berjalan disampingnya.. ahh,, aku pikir kami akan sama-sama canggung.

lalu kau ingin terus seperti ini? dibelakangnya?

ya sampai ia benar-benar berlari meninggalkan dan aku tidak bisa lagi menggapainya, sampai ia benar-benar menghilang dari pandanganku, sampai tidak memungkinkan lagi untukku terus melihatnya. aku akan tetap disini, dibelakangnya. ini memang menyakitkan, tapi aku tidak membencinya dan terkadang ini juga terasa sedikit membahagiakan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s