Ara dan masa depan..

Ini adalah sebuah analogi menarik yang gue kutip dari sebuah novel..  benar-benar beresensi jika kalian mengetahui..:))

“… Aku melihat hidupku bercabang didepanku seperti pohon ara hijau dalam cerita itu. Dari setiap ujung cabang seperti ara ungu yang gemuk, masa depan cerah melambai-lambai dan mengedip-ngedip.  Aku melihat diriku duduk dipangkal pohon ara itu, sangat kelaparan, hanya karena aku tidak bisa emutuskan ara mana yang akan kupilih.  Aku menginginkan semua, tapi memilih satu berarti kehilangan yang lain. ketika aku duduk saja tanpa mampu memutuskan, ara tersebut mulai mengerut dan menjadi hitam, dan satu per satu mulai jatuh keatas tanah dibawah kakiku…”

-the bell jar, page 125, sylvia plath-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s